Kurikulum nasional mengacu pada rencana pendidikan yang bersifat nasional dan digunakan sebagai pedoman proses pendidikan di seluruh wilayah negara. Kurikulum ini mencakup sejumlah aspek seperti tujuan pembelajaran, struktur mata pelajaran, metode pengajaran dan penilaian.
Di banyak negara, kurikulum nasional sering kali dikembangkan oleh otoritas pendidikan nasional atau otoritas pendidikan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan pedoman pendidikan. Beberapa ciri umum Kurikulum Nasional adalah:
Tujuan Pendidikan Nasional: Menetapkan visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional, termasuk pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik.
Struktur Kurikulum: Untuk membuat daftar mata pelajaran atau bidang studi yang siswa anggap utama dan dapat dilewati selama pelatihan menengah. Hal ini mencakup kurikulum inti seperti bahasa, matematika, sains, dan ilmu sosial.
Metode Pengajaran: Tentukan pedagogi atau metode pengajaran yang direkomendasikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini dapat mencakup penggunaan pendekatan aktif, pembelajaran berbasis proyek, atau pendekatan lain yang sesuai.
Penilaian dan evaluasi: metode penilaian terperinci yang digunakan untuk mengukur kinerja siswa melalui tes, tugas, proyek, atau bentuk penilaian lainnya.
Adaptasi lokal: meskipun bersifat nasional sifatnya, kurikulum mungkin memungkinkan adanya tingkat adaptasi lokal dengan mempertimbangkan kebutuhan atau karakteristik unik daerah tersebut.
Revisi dan pemutakhiran: Kurikulum dapat direvisi dan diperbarui sebagaimana mestinya. mengikuti perkembangan terkini di bidang pendidikan, teknologi, dan tuntutan masyarakat.
Tujuan kurikulum nasional adalah untuk menciptakan landasan pendidikan yang seimbang dan konsisten di seluruh negeri dan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan masyarakat. Di dalam dunia pekerjaan Meskipun terdapat kesamaan konsep di berbagai negara, penerapan dan detailnya mungkin berbeda..



